Ketika Doctor Strange terkena imbas Blip selama lima tahun akibat jentikan jari Thanos, gelar Sorcerer Supreme tidak bisa dibiarkan kosong. Wong secara teknis—dan hukum mistis—mengambil alih peran tersebut. Bahkan setelah Strange kembali, gelar tertinggi penyihir Bumi tetap berada di tangan Wong.
Menariknya, Wong bukan sekadar gelar. Ia telah berkembang menjadi "Nick Fury" untuk Fase 4 dan 5 MCU, muncul di berbagai proyek dan mengikat narasi Multiverse secara konsisten.
Sebagai Sorcerer Supreme, tanggung jawab utama Wong adalah memastikan keamanan realitas Bumi dari ancaman ekstradimensi. Berbeda dengan Strange yang impulsif dan cenderung mengabaikan aturan, Wong sangat patuh pada protokol magis. Kepatuhannya inilah yang sering kali menjadi benteng pertahanan terakhir ketika Strange membuat kekacauan (seperti mantra penutup memori di No Way Home).
Keterlibatan Wong di berbagai film sangat krusial:
Berbeda dengan Nick Fury yang selalu tampil misterius, pendekatan Wong sebagai perekrut Avengers baru terasa lebih komedi namun sangat efektif. Kecintaannya pada budaya pop, musik Beyonce, dan serial TV (Sopranos) membuat karakter dewa mistis ini terasa membumi dan relatable.
Dinamika Strange dan Wong adalah salah satu hubungan terbaik di MCU. Strange memiliki kejeniusan dan bakat sihir yang luar biasa, tetapi ia sering kali dibutakan oleh egonya sendiri. Wong selalu berada di sana untuk menarik Strange kembali ke bumi, mengingatkannya akan konsekuensi dan hierarki kosmik.
Wong bukan lagi sekadar karakter pendamping atau asisten librarian seperti saat ia debut di film Doctor Strange (2016). Ia adalah lem yang menyatukan para pahlawan Bumi. Sebagai Sorcerer Supreme yang sah, Wong akan memainkan peran sentral dalam mengoordinasikan perlawanan magis melawan invasi Kang the Conqueror di masa depan.